Monthly Archive: Oktober 2015

7 Fakta Bahasa Vietnam

Chào mung! Ada yang sudah pernah berkunjung ke Vietnam? Vietnam memiliki budaya yang kental, pemandangan alam yang indah, dan makanan yang enak-enak. Setelah mengetahui bahwa Vietnam Negara yang indah, pernah terpikir untuk mempelajari bahasa Vietnam? Sebelum mempelajari bahasa Vietnam, ada baiknya kita tahu fakta-fakta tentang bahasa yang dulu pernah disebut sebagai bahasa Annam ini!

• Bahasa Vietnam digunakan oleh 66 juta orang di Vietnam dan 2 juta orang lainnya yang tersebar di seluruh dunia misalnya orang Vietnam yang tinggal di Australia, Kamboja, Kanada, China, Pantai Gading, Finlandia, Amerika Serikat, Inggris, dan lain-lain.

• Pada awalnya, bahasa Vietnam hanya digunakan oleh penduduk di sekitar Sungai Merah di sebelah utara Vietnam. Kemudian bahasa tersebut menyebar ke bagian tengah dan selatan Vietnam.

• Setelah merdeka dari penjajahan bangsa Prancis, bahasa Vietnam resmi menjadi bahasa nasional Negara Vietnam. Bahasa ini digunakan di berbagai acara resmi, di media, dan di sekolah.

• Terdapat tiga dialek dalam bahasa Vietnam yaitu dialek Hanoi, Hue, dan Saigon (Ho Chi Minh City)

• Bahasa Vietnam memiliki 11 huruf vocal dan susunan suku katanya banyak menggunakan huruf vocal sehingga banyak terdapat diphthong dan bahkan triphthongs.

• Pada abad ke-2 hingga abad ke-10 sebelum Masehi, Vietnam merupakan sebuah provinsi di Negara Tiongkok. Saat itu bahasa Vietnam ditulis menggunakan huruf Mandarin sederhana atau Chu-nom. Saat ini, bahasa Vietnam ditulis menggunakan huruf Latin yang dikenalkan dan dikembangkan oleh pendeta dari Prancis, Alexander de Rhodes. Awalnya, huruf tersebut digunakan untuk menulis catatan yang berkaitan dengan agama. Namun kemudian huruf Latin digunakan untuk penulisan di berbagai bidang.

• Bahasa Vietnam banyak dipengaruhi oleh bahasa Mandarin dan Prancis karena Vietnam pernah dikuasai oleh China dan Prancis. Hampir separuh dari seluruh kosa kata bahasa Vietnam berasal dari bahasa Mandarin.

7 Fakta Bahasa Jawa

Beberapa kata dari bahasa Jawa mungkin tidak asing terdengar di telinga kita, seperti doyang, sungkan, ndeso, dan lain-lain. Awalnya, kita merasa akrab dengan bahasa Jawa. Padahal, banyak fakta-fakta bahasa Jawa yang belum kita ketahui. Bahkan, orang Jawa sendiri pun tidak banyak yang mengetahuinya.

• Bahasa Jawa dituturkan oleh lebih dari 70 juta jiwa. Dengan begitu, bahasa Jawa merupakan bahasa kedua yang paling banyak digunakan di Indonesia, dan ke-14 yang paling banyak digunakan di dunia.

• Terdapat tiga dialek bahasa jawa yaitu kelompok Barat, Tengah (Mataraman), dan Timur. Bahasa Jawa kelompok barat banyak dipengaruhi oleh bahasa sunda. Bahasa Jawa kelompok tengah merupakan bahasa jawa yang halus dan standar. Bahasa Jawa kelompok Timur banyak dipengaruhi oleh bahasa Madura.

• Bahasa Jawa diajarkan di bangku sekolah di Jawa dan digunakan di media lokal baik media cetak maupun elektronik. Beberapa program di televisi dan radio menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa percakapan.

• Bahasa Jawa merupakan bahasa agglutinative, yaitu bahasa yang memiliki imbuhan pada kata untuk menyatakan jumlah, tujuan, sifat, dan sebagainya. Misalnya: ngecat yang berarti melakukan pemolesan menggunakan cat.

• Bahasa Jawa kaya akan kata ganti dan kata kerja dikarenakan terdapat bahasa Jawa ngoko, krama, dan krama inggil. Misal, untuk kata ganti orang kedua, kita bisa menggunakan kowe, sampeyan, dan panjenengan tergantung pada siapa kata ganti ini ditujukan.

• Saat mempelajari bahasa Jawa, jangan heran jika merasa seperti mempelajari tiga bahasa sekaligus. Hal ini dikarenakan ada tiga tingkatan bahasa di Bahasa Jawa seperti yang telah disebutkan di atas, ngoko, krama, dan krama inggil. Bahasa ngoko digunakan untuk berbicara pada teman sebaya dan orang yang lebih muda. Krama digunakan untuk berbicara pada orang yang sedikit lebih tua dari kita. Sedangkan krama inggil digunakan untuk berbicara pada orang yang jauh lebih tua atau orang yang memiliki status lebih tinggi daripada kita.

• Pada awalnya, bahasa Jawa ditulis dalam huruf kawi. Huruf kawi digunakan juga di Bali dan Lombok. Namun kemudian huruf tersebut bergeser menjadi Aksara Jawa dan hanya digunakan di Jawa. Pada masa penjajahan Belanda, mereka memperkenalkan huruf latin pada penduduk setempat. Mulai saat itu, bahasa Jawa ditulis menggunakan huruf latin.

Preposisi Ketika Naik Kendaraan

Preposisi atau kata hubung dalam bahasa Inggris seringkali membingungkan. Ada kalanya kita menggunakan ‘on’, kadang menggunakan ‘in’ atau ‘at’, dan sebagainya. Misalnya ketika naik kereta api, anda akan mendengar native berkata “get on the train”, namun ketika naik mobil mereka akan berkata “get in the car”. Lalu, bagaimana cara membedakan penggunaan preposisi ini?

Dengan panduan yang akan saya tuliskan di bawah ini, anda tidak perlu lagi bingung ketika akan menggunakan preposisi.

Kapan menggunakan ‘get on’?

‘Get on’ digunakan ketika kendaraan yang dinaiki adalah kereta api, pesawat, bis, dan kapal. Kendaraan-kendaraan ini adalah kendaraan umum atau komersial.

Contoh kalimat:
The passengers are on the plane.
We need to get on this bus.
Manuel is waiting for us on the boat.

Kapan menggunakan ‘get in’?

‘Get in’ digunakaan saat naik kendaraan yang pribadi (penumpangnya hanya orang-orang yang kita kenal/hanya sedikit) seperti mobil, taksi, dan truk.

Contoh kalimat:
She got in the taxi.
I am already in the car.
The boxes are loaded in the van.
Mudah bukan dalam membedakan penggunaan preposisi saat berkendara. Jika anda merasa bingung dalam menggunakan preposisi untuk kendaraan yang tidak saya sebutkan (becak, motor, andong, dll), anda hanya perlu mengidentifikasi apakah kendaraan ini dinaiki oleh orang banyak/umum atau privat.